Pilih hatimu

29 Juni 2016

RAHASIA PERTAMA

Terlintas dalam benak dan suasana hatiku yang sedang tidak karuan : "Hidupku ini seindah apa ? Jika indah bagian mana yang terasa indah ?".Aku mengajak pikiranku untuk bermain mencari jawabannya. Tapi ini 's-u-l-i-t' . Lebih sulit ketimbang menjawab soal-soal pelajaran.  Ini adalah pertanyaan dalam kategori pelajaran kehidupan.Ini seperti pertanyaan soal esai di rumawi dua yang dipenuhi dengan cabang-cabang pertanyaan berikutnya.Ini sangat memusingkan ketimbang di suruh untuk hafalan.

Sungguh,sebenarnya hidup ini indah. Mengapa demikian ? ,karena hidup adalah sebuah anugerah. Hanya saja aku belum bisa sepenuhnya memainkan peranku sebagai bagian dari manusia yang hidup dalam naungan anugerah.Aku belum bisa memaknai kehidupan itu sendiri.Aku belum mampu merampalkan dari sudut pandang mana kehidupanku dikategorikan sebagai kehidupan yang indah. Aku terlalu terbata-bata dalam lingkaran takdir yang penuh rahasia.

Maafkan aku Tuhan,sampai saat ini di usiaku yang sudah memasuki dewasa aku masih belum jua memahami duniaku yang terasa alurnya Engkau jungkir balikan.Aku masih belum punya alasan untuk mengatakan :
" Aku ikhlas akan semuanya".

Hidup ini adalah langkah dan proses.Hantaman kehidupan yang menyakitkan datang seiringan dan berdampingan berupa permasalahan-permasalahan. Aku pernah merasa menjadi orang yang di nomor satukan. Aku pernah menjadi orang yang segala keinginan bisa terkabulkan. Aku pernah merasa menjadi orang yang bisa menemukan kedua orang tua setelah pulang sekolah. Aku pernah merasa diberi hadiah paling mengesankan. Aku pernah dibuat kesengsem oleh seseorang.

Tapi saat ini aku sedang berada dalam titik nadir yang terdalam.Memang hidup ini seumpama laut yang tidak pernah berhenti untuk bergejolak. Semua yang terasa indah itu mulai pergi secara cepat dan pasti.

Sekarang ini aku sedang merasakan rongrongan peran keindahan.Aku sedang merasa menjadi manusia yang mengalah dan terkalah. Aku merasa menjadi manusia yang tidak mau berdamai dengan masa lalu dan janji palsu.Aku merasa menjadi manusia yang berusaha kemudian tersesat.Aku merasa menjadi manusia terbodoh dan terpinggirkan.Kembali kuputar otaku agar mampu mengingat apa saja yang terasa 'indah' itu untuk sedikit mengobati desiran lara yang mendera. Tapi tetap saja yang katanya terasa 'indah' itu dengan mudahnya ku lupa dan dengan bodohnya luka lara ini tetap ku pelihara.

Selain sebagai sebuah langkah dan  proses ,hidup adalah rahasia. Rahasia yang tak akan ada akal manusia sanggup menjangkaunya.Terlebih lagi saat manusia sepertiku menganggap tak ada yang terasa indah menyapa. Hanya dingin yang palma datang berbicara. Merangkul jiwa yang lelah dan merasa sakit ada di sekujur tubuhnya.

Rahasia selalu punya kunci jawabannya .Namanya juga rahasia pasti kuncinya juga tidak biasa.Belajar menjadi manusia dengan jiwa yang sabar dan ikhlas adalah jalan menuju rasa indahnya hidup yang penuh rahasia.Meski implikasinya tidak semudah menyediakan fakta dan menjangkau hati seorang pria.
Tapi apa ada salahnya mencoba ?

Sekarang aku menjadi manusia yang menyebut dirinya sebagai pencoba dan penikmat  rahasia pertama ,rahasia kehidupan dirinya.

"Meski orang-orang sekitarku sering mengabaikan bahkan mungkin tidak menyadari kehadiranku ,bukankah masih ada alam semesta  dan alam lain serta makhluk lain yang melihat perjuanganku kan ?"








#Belajartidakmenangis #belajarmenjadibahagiadengansederhana #belajarmenerima #percayadiri #percayapadaTuhan #Semestamendukung #Kuharapkamumendukung #Kuharapkamumembuatkutersenyum #nantikan #perlahan #Tuhantidaktidur #Tuhantidakmebericobaandiluarbataskemampuan #Semangat45 #sabar #senyuminaja #Tunjukinkalaubisa  #rahasia1 #nantikanrahasia2 #belajarnulis  #suasanahatisedangburuk #bukaniklan #bukancurhat #iniceritaku #manaceritamu #pagar 









Mengikhlaskan sebuah kejadian, dan mengambil hikmahnya adalah pilihan terbaik dalam hidup. Lalu keikhlasan yang sudah dibangun kuat-kuat dan menjadikan sabar sebagai penguat dari usahamu adalah cara mendewasakan diri.
Ya gadis ini mengumpulkan semua kekuatan dalam dirinya untuk proses itu. Gadis ini yang dulu sering menenggelamkan kepalanya diatas bantal lalu menangis sejadinya, sekarang belajar menjadi gadis yang susah payah membangun benteng air matanya sangat kuat  .
 
 Gadis ini yang enggan berdamai dengan masalah,  sekarang belajar menjadi gadis yang duduk dengan santai dan berdiskusi dengan pikiran yang sangat tenang. Gadis ini yang dulu sering menyalahkan keadaan , sekarang belajar menjadi  gadis yang banyak merapalkan syukur terhadap Tuhannya.

 Gadis ini yang sering mengeluhkan hidupnya, sekarang belajar menjadi  gadis yang sangat percaya dengan takdir semesta. Entah pencapaian dewasa seperti apakah ini, tapi memang pencapaian dewasa tidak ada habisnya.




#terimakasihuntukbarisandanderetpelajarankehidupan


(xi ipa 6 /29) 









28 Juni 2016

CATATAN 'DIBALIK' CATATAN : KADO DARI 'BALIK' KARDUS



Dingin berhembus menusuk persendian tulangku. Dengan mata yang belum terkantuk dan sempat terpejam beberapa waktu, dingin datang menghampiriku.Menembus pintu dan ventilasi  kamarku ,tempat dimana aku terbaring berusaha untuk tertidur.Sepi , tak ada kata lain bagi jiwa yang merasa terperangkap dalam sekap . Dan,suasana sahur belum tiba  sehingga‘hening’ datang tanpa ku undang.Lalu bersinku mulai datang tatkala badan merasa temperatur menjadi lebih dingin ketimbang biasanya.
Aku berserah,ini seperti rasa yang pernah aku rasakan sebelumnya. Nyeri dan pilu menjadi satu.Hatiku selalu punya cara ‘khas’  untuk menawarkan kerinduan. Imajinasiku selalu punya cara ‘jitu’ dalam menawarkan khayalan dan impian.
Sama seperti luka yang selalu ada ketika hati dirundung rasa kecewa dan imajinasi terasa menyesakan dada.Menimbulkan rasa pahit yang begitu menggigit ketika semua ternyata tak bisa tercipta sebuah diorama.
Aku masih saja mengingat caramu memandangiku . Bahkan lebih dari itu pada sebentuk buah simalakama aku berani merajut harap padamu. Harap yang hanya tinggal harap.
Mungkin saat ini kau menganggapku sebagai orang gila yang berani ada dalam kehidupanmu.Kehidupan yang lekat akan kata sempurna,bahagia tanpa sengsara dan luka lara.Aku  kini ingin tak perduli tentang apa yang kau pikirkan dan kumandangkan.Meski mungkin perjalanan untuk mencapai tahap ‘legowo’ itu tidak semudah membalikan kedua belah telapak tangan.
“Hei kau ! pernahkah kau merasa rindu ? Apa seperti ini kira-kira rasanya ?” Hanya berani dalam diam dan memandang dari kejauhan . Melihat-lihat langit dan rintik hujannya lalu terbaring dengan pikiran yang jauh terbang tak beraturan.
Aku ingin mencintaimu dengan caraku,Sesederhana itu.Aku ingin mencintaimu secara kontras seperti melawan arah sepeda motor yang membawa hadiah dalam kardus untukku.
Kau mesti tahu itu.Lewat untaian kalimat –kalimat yang mungkin sulit kau pahami.Seperti sulitnya aku menjadi yang ada di hatimu.
Namun aneh , meski begini kau selalu berhasil melemparkan asaku secara lamban tapi pasti.

“Sudah cukup lama tak ku lihat sapaan darimu . Kemanakah kamu ? Saking sibuknya dirimu dengan title studi baru ? Atau kau mulai menjauh dariku ? Sama seperti deru motor yang perlahan menghilang setelah mengantar sebuah : ‘Kado dibalik kardus’ untuk rumah no.29 Jalan Cemara.”

18 Juni 2016

TENTANG SIAPA (2)

Sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku perbincangkan denganmu. Tapi mulut ini seolah diam terkatup membisu.
Sesungguhnya ada banyak cerita yang ingin aku bagi denganmu. Tapi sikap yang kau tunjukan itu membuatku enggan membuka suaraku.
Sebenarnya ada banyak tanya yang ingin aku ajukan kepadamu. Tapi pertanyaan-pertanyaan itu habis bersamaan dengan berubahnya sikapmu.
Sesungguhnya kamu tidak pergi, kamu tetap disini di dalam hati.Kamu merangsek masuk ke sini  ke rute dan alur yang aku perbuat sendiri.
Melalui campur tangan Tuhan kita dipertemukan. Entah berawal dari mana semua cerita tentangmu tiba-tiba  keluar .Menjadikan semester empatku menjadi cukup ada warnanya meski tak bisa kupungkiri aku senaif ini ,aku menginkanmu yang tidak bisa bersamaku .
Mungkin tahun ini menjadi hari-hari paling bahagia untukmu. Tingkat reputasimu menanjak ditambah dengan kemampuan eskakmu yang mumpuni itu membuat beberapa dari ‘mereka’makin tergila-gila dan mencoba  mengendus kedekatanku denganmu lalu  menganggapnya sebagai suatu hal tak wajar.
Aku ‘m-u-a-k ‘dengan tingkah mereka,entah denganmu. Atau jangan-jangan ini semua adalah alibi dan alasanmu merajuk masuk ke dalam hidupku?. Entahlah semakin dipikirkan akan semakin banyak prasangka kejam yang datang.
Aku tidak mengerti mengapa semua menjadi berubah. Rasa yang beda,sikap yang berbeda bahkan intensitas untuk saling memberi kabar juga berubah secara signifikan.Apa memang ini yang sudah direncanakan sebelumnya? Aku hanya pelampiasan?Sudah tidak terhitung lagi berapa kali kamu mengatakan cinta tapi ujungnya tak bisa. Apa iya perasaan semudah itu untuk dimainkan olehmu ?Apa kamu hanya memberlakukan ini kepadaku ? Apa salahku ?
Jika memang ia  masih menganggapku setidaknya ia pasti mencari tahu tentang apa yang sebenarnya . Meski lagi-lagi harus berkutat  bahwa itu mustahil .Ia sudah mengakuinya bahwa ia memang orang yang enggan untuk perduli.
Memangnya sebelum-sebelumnya aku pernah mengundangmu untuk hadir dalam hidupku?Apa juga aku pernah memintamu untuk tiba-tiba datang kemudian menghilang dalam sesaknya sebuah rasa pencampakan ?
Atau ini caramu menjauh dariku ? Tidak usah berbuat begini semuapun sudah terasa jauh bagiku.Bisakah kamu menjelaskan mengapa semua menjadi begini ? Otak rasionalku tidak sanggup menjangkaunya.Hati kecil dalam lubuk hatiku terlampau terluka dan susah kuajak mencari jalan untuk memecahkannya.Apa jangan-jangan parahnya ini adalah caramu membuatku benci kepadamu ?Tidak usah bertingkah seperti ini akupun sudah sangat membencimu.Ternyata aku keliru menilai kehadiranmu yang serba tiba-tiba itu .
Kita memang diberi kesempatan untuk dipertemukan lagi setelah kamu sempat menghilang dan pergi .Tapi aku kira kamu hanya sembunyi!. Kamu hanya terlalu malu menampakan batang hidungmu setelah kehabisan daya untuk melukaiku.
Kamu memang bukan bulan Januariku,kamu berubah  seolah-olah menjadi sosok monster yang sangat mengerikan .Hingga pada akhirnya akal lebih bisa mengungkapkan hati yang dirundung kecewa bahwasanya ada masa dimana kamu terlampau dewasa bagiku. Tapi apa semua itu cukup untuk kamu konfirmasikan sebagai alasan untuk melakukan semua skenario pelukaan itu?
Mungkin kata-kata yang aku tulis ini membuatmu merasa tidak nyaman .Terserah andai kamu beranggapan bahwa aku sangat pandai menjatuhkanmu lewat kata-kata .Tapi aku yakin seyakin yakinnya ada banyak hal di yang lebih bengis dan kejam di luar sana yang dilakukan tanpa memandang peri kemanusiaan untuk sesama.Ada mereka  yangingin sama disebut manusia  bertitle bernafas udara tapi suka mematikan manusia lainnya dengan spekulasi yang bahkan tidak mereka tahu. Kekuatan ,popularitas,dan kekayaan  mereka gunakan.
Masa-masa sulit ini datang lagi.  Dan aku masih ingin bertahan pada jalan yang berbatu ini entah sampai kapan ...
“Mencintai itu pelan-pelan tapi bukan lamban : Jodoh pasti bertemu ,”



15 Juni 2016

SEBENTAR

Aku ingin sebentar tenang
Aku ingin sebentar terbang
Aku ingin sebentar waktu tak lagi hilang
Aku ingin sebenatar menjadi apa yang kau inginkan

Aku ingin sebentar melayang
Aku ingin sebentar tak lagi gusar
Aku ingin sebentar mendapatkan kedamaian

Aku ingin sebentar melihat mereka yang tidak tahu menahu itu bungkam
Aku ingin sebentar merehatkan pikiran
Aku ingin sebentar berkumpul dengan kawan yang benar-benar kawan


Bisakah ? Meski itu hanya sebentar

14 Juni 2016

TENTANG SIAPA (1)



Rasa-rasanya baru kemarin aku bertemu denganmu di perpustakaan atas kelasku. Hari ini dalam suatu proses pembelajaran kita kembali dipertemukan. Sebenarnya ada yang membuatku canggung yaitu karena aku sempat tidak menjawab sapaanmu kala itu. Jujur saat itu aku sedang marah padamu karena suatu hal yang tidak bisa aku publikasikan. Tapi tenanglah aku sudah mulai melupakannya walaupun mungkin hal yang aku khawatirkan ini masih berjalan hingga sekarang.

Kamu yang menyapaku terlebih dahulu membuatku mau tidak mau juga membalas sapaanmu. Ya kamu masih tetap hangat ,ceria dan energik.Langsung saja kubahas materi-materi apa yang belum kupelajari karena satu hari sebelumnya aku tidak berangkat di karenakan sakit .

Jam sudah menunjukan pukul setengah empat,obrolan yang singkat mengantarkanku pada kelas sore hari ini. Mapel hari ini adalah bahasa inggris. Pembelajaran berlangsung singkat ,dan cukup mengasyikan sehingga tidak terasa awan mendung datang . Karena tidak semua anggota pelajar jarak rumahnya dekat kelas sore hari ini diakhiri lebih cepat dari biasanya.

Setelah pembelajaran selesai ,aku buru-buru pulang karena aku naik sepeda dan tidak membawa payung pula.Kupercepat kayuhan sepedaku agar sampai kerumah tanpa kebasahan dan kehujanan.

 

“Bukan tentang siapa yang akan bergantian datang ,tapi tentang siapa yang paling lama bertahan bersama dalam segala rintangan. Aku takjub bertemu dengan aneka rupa manusia. Meski tidak semua dari mereka membuatku merasa terpana”

10 Juni 2016

MANUSIA (2)


Bye, selamat berpisah lagi 
Meski masih ingin memandangimu
 Lebih baik kau tiada di sini 
Sungguh tak mudah bagiku
 Menghentikan sgala khayalan gila 
Jika kau ada dan ku cuma bisa Meradang menjadi yang di sisimu 
Membenci nasibku yang tak berubah
Berkali-kali kau berkata
 Kau cinta tapi tak bisa 
Berkali-kali ku tlah berjanji
 Menyerah....



.............................................................................................................................................................
Lagu yang berada dalam playlist : 'sering diputar  'itu  terus bergeming dalam telingaku malam ini. Kupaksakan jemariku berjalan di atas huruf-huruf perangkat elektronik pribadi. Sesak yang menggila ini membuatku ingin memuntahkannya sebisa daya . 

Entah apa kapasitasku sebagai bagian dari jutaan bahkan milyaran manusia di muka bumi ini. Kepalaku penuh dengan rancuan tidak jelas tentang entitasku sebagai manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Aku menjadi bagian 'manusia' yang ada dalam lingkaran takdir yang tidak bisa kutolak.

Takdir yang mempertemukan kau yang 'mampir' dalam ruteku.Tanpa ada penjelasan matematis sebelumnya semua tercipta meski harus di akhiri dengan sebuah 'pencampakan' yang amat sangat menyesakan.

Belum lagi harus menghadapi gejolak batin antara apa yang kau rasa dan apa yang aku rasa . Semua tersegmentasi menjadi dua mata pisau yang siap melukai jika tak berhati-hati.

Kau dengan duniamu dan aku dengan imajinasiku . Bagai dua kutub bumi yang saling berjauhan dan berbeda sehingga mungkin tidak diperbolehkan bersama -sama.

 Tidak hanya harus menghadapi perbedaan itu aku 'dipaksa' harus mengatasi mereka-mereka yang ada di kehidupanmu. Yang tidak menginginkan aku berada di dekatmu meski itu hanya berjarak semil .

Bukan aku ingin berprasangka buruk ,tapi semua ini malah membuatku menjadi enggan untuk memperjuangkanmu. Perjuanganku diartikan lain. Pendekatanku di olok-olokan . Bahkan cara 'penjauhanku' malah di remehkan. 

Mereka atau bahkan mungkin kau sendiri melihatku melakukan sesuatu yang sia-sia dan mustahil untuk di realisasikan.Hal-hal semacam itu lah yang makin membuatku merasa di penjarakan dalam rasa pembiaran.

Saat aku 'pernah' menikmati esensi  keindahan dari kehadiranmu dan saat kini aku menghadapi esensi dari pesan perpisahan yang harus ku terima dengan selapang-lapangnya semua tetap tidak berubah . Tetap ada rasa nyeri bahkan aku curiga bahwa aku 'membenci' dirimu.

Malam ini langit pun serasa berubah menjadi lebih hitam seolah ikut terbawa emosi yang membuncah di dada.Kulirik sebentar potret dirimu dan kau masih sama saja tetap bungkam.

Kini ,jalan-jalan berlainan itu mulai terlihat jelas. Bukan lagi tentang perbedaan kutub ,sudut pandang,pendapat serta pemikiran. Semua sudah mulai menjorok pada suatu upaya memisahkan diri. 

Kau dengan duniamu dan dengan wanita-wanitamu serta aku disini dengan dunia yang masih kupertanyakan akan bagaimana .

Sekarang aku menjadi 'manusia' yang terseret dalam rasa-rasa yang berkecamuk.Bagaikan kisah -kisah Putri yang ada dalam serial kartun Disney aku menjadi seorang 'pengharap'. Mengharapkan terjadinya suatu keajaiban . Entah kapan akan datang .

" Aku berharap mulut-mulut yang merancau tidak jelas dengan penuh rasa iri dan dengki itu segera sirna. Kau hantamkan mereka untukku. Untukku yang kau acuhkan. Untukku yang kau sering salah artikan dan dijadikan mainan . Meski semua itu MUSTAHIL kan ?"



 sialkulah kau ada disini
sungguh tak mudah bagiku
rasanya tak ingin bernafas lagi
tegak berdiri di depanmu kini
sakitnya menusuki jantung ini
melawan cinta yang ada dihati

dan upayaku tahu diri
tak slamanya berhasil
apabila kau muncul terus begini
tanpa pernah kita bisa bersama
pergilah.... menghilang sajalah lagi

bye selamat berpisah lagi
meski masih ingin
memandangimu lebih baik kau tiada disini
sungguh tak mudah bagiku
menghentikan sgala khayalan gila
jika kau ada dan ku cuma bisa
meradang menjadi yang disisimu
membenci nasib ku yang tak berubah


dan upayaku tahu diri
tak slamanya berhasil
apabila kau muncul terus begini
tanpa pernah kita bisa bersama
pergilah.... menghilang sajalah lagi


berkali kali kau berkata
kau cinta tapi tak bisa
berkali kali ku tlah berjanji
menyerah.....

dan upayaku tahu diri
tak slamanya berhasil
dan upayaku tahu diri
tak slamanya berhasil
apabila kau muncul terus begini
tanpa pernah kita bisa bersama
pergilah.... menghilang sajalah
pergilah.... menghilang sajalah
pergilah.... menghilang sajalah lagi

MAUDY AYUNDA-TAHU DIRI 


RW (XI IPA 6/29)