Terbang,iya terbang. Sesederhana
itu ia terbang melesat jauh tinggi entah kemana. Tak bisa aku panggil lirih
lagi namanya, dan tak bisa aku rengkuh lagi memoribilianya.Dan,kekecewaan itu
hadir lagi setelah peristiwa cerita ‘ganjil’ ini. Ia bersenang-senang dengan
dunianya,dengan banyaknya kegiatan bersama wanita lainnya.
Ini bukan masalah aku merasa
cemburu atau terabaikan. Tapi bagaimana rasa kekecewaan yang amat dalam ini
hadir . Hadir menyesaki ruang hati yang seharusnya tertambat sebuah nama.Aku
ingat betul kalimat-kalimat itu .Seolah aku ini manusia atau rongsokan ya?
Dibuang sekenanya ,diinjak sekeras-kerasnya dan dihantam dengan hebatnya.
Apa maksudnya pemasangan
kalimat-kalimat atau foto-foto itu? Dia menyindirku? Dia sedang
mentertawakanku? Lalu ,seberapa perduli
aku dengan hal-hal seperti itu ?
Kuberi ‘standing applause’
untuk skenarionya agar aku terluka. Entah sengaja atau tidak sengaja semua ini
terasa tercipta begitu mengena untuk melukai relung hatiku.Sebenarnya apa
salahku?Apa iya setega ini skenarionya untuk melukaiku?
Kemarin beberapa orang
mengkomplainka sikapnya kepadaku. Aku sendiri bertanya-tanya “mengapa mereka
mengadu padaku?” Sementara kondisinya aku bukan siapa-siapa . Aku hanya
biasa begitu pula sebaliknya. Semua hanya sesaat dan ‘mampir’ kalau kata
istilahnya.
Bagiku pengaduan kemarin itu
adalah sebuah bukti bahwa semua bukanlah ‘kesungguhan’ . Atau tepatnya ya aku
adalah ‘mainan’. Sudah kebayang sakitnya kan? . Pengaduan kemarin itu sendiri aku sudah tidak terlalu kaget
mendengarnya. Karena sudah sedari awal aku tahu bahwa ia memang seperti itu
seperti yang mereka perbincangkan.Bukannya sok tahu,tapi bagi beberapa manusia
yang diberi kelebihan oleh Tuhan melalui kepekaan lebih dari lima inderanya
semua itu bisa terbaca .
“Kata
pepatah tiada jumpa tiada pula pisah. Entah kamu akan terbang kemana aku
berusaha untuk tidak lagi perduli seperti ketidakperdulian yang kamu tunjukan”
“Kekecewaan
itu hadir lagi semoga makin kuat menghadapi yang selanjutnya akan
menerkam,menghantam,dan membunuh dari belakang,”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar