Pilih hatimu

18 Juni 2016

TENTANG SIAPA (2)

Sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku perbincangkan denganmu. Tapi mulut ini seolah diam terkatup membisu.
Sesungguhnya ada banyak cerita yang ingin aku bagi denganmu. Tapi sikap yang kau tunjukan itu membuatku enggan membuka suaraku.
Sebenarnya ada banyak tanya yang ingin aku ajukan kepadamu. Tapi pertanyaan-pertanyaan itu habis bersamaan dengan berubahnya sikapmu.
Sesungguhnya kamu tidak pergi, kamu tetap disini di dalam hati.Kamu merangsek masuk ke sini  ke rute dan alur yang aku perbuat sendiri.
Melalui campur tangan Tuhan kita dipertemukan. Entah berawal dari mana semua cerita tentangmu tiba-tiba  keluar .Menjadikan semester empatku menjadi cukup ada warnanya meski tak bisa kupungkiri aku senaif ini ,aku menginkanmu yang tidak bisa bersamaku .
Mungkin tahun ini menjadi hari-hari paling bahagia untukmu. Tingkat reputasimu menanjak ditambah dengan kemampuan eskakmu yang mumpuni itu membuat beberapa dari ‘mereka’makin tergila-gila dan mencoba  mengendus kedekatanku denganmu lalu  menganggapnya sebagai suatu hal tak wajar.
Aku ‘m-u-a-k ‘dengan tingkah mereka,entah denganmu. Atau jangan-jangan ini semua adalah alibi dan alasanmu merajuk masuk ke dalam hidupku?. Entahlah semakin dipikirkan akan semakin banyak prasangka kejam yang datang.
Aku tidak mengerti mengapa semua menjadi berubah. Rasa yang beda,sikap yang berbeda bahkan intensitas untuk saling memberi kabar juga berubah secara signifikan.Apa memang ini yang sudah direncanakan sebelumnya? Aku hanya pelampiasan?Sudah tidak terhitung lagi berapa kali kamu mengatakan cinta tapi ujungnya tak bisa. Apa iya perasaan semudah itu untuk dimainkan olehmu ?Apa kamu hanya memberlakukan ini kepadaku ? Apa salahku ?
Jika memang ia  masih menganggapku setidaknya ia pasti mencari tahu tentang apa yang sebenarnya . Meski lagi-lagi harus berkutat  bahwa itu mustahil .Ia sudah mengakuinya bahwa ia memang orang yang enggan untuk perduli.
Memangnya sebelum-sebelumnya aku pernah mengundangmu untuk hadir dalam hidupku?Apa juga aku pernah memintamu untuk tiba-tiba datang kemudian menghilang dalam sesaknya sebuah rasa pencampakan ?
Atau ini caramu menjauh dariku ? Tidak usah berbuat begini semuapun sudah terasa jauh bagiku.Bisakah kamu menjelaskan mengapa semua menjadi begini ? Otak rasionalku tidak sanggup menjangkaunya.Hati kecil dalam lubuk hatiku terlampau terluka dan susah kuajak mencari jalan untuk memecahkannya.Apa jangan-jangan parahnya ini adalah caramu membuatku benci kepadamu ?Tidak usah bertingkah seperti ini akupun sudah sangat membencimu.Ternyata aku keliru menilai kehadiranmu yang serba tiba-tiba itu .
Kita memang diberi kesempatan untuk dipertemukan lagi setelah kamu sempat menghilang dan pergi .Tapi aku kira kamu hanya sembunyi!. Kamu hanya terlalu malu menampakan batang hidungmu setelah kehabisan daya untuk melukaiku.
Kamu memang bukan bulan Januariku,kamu berubah  seolah-olah menjadi sosok monster yang sangat mengerikan .Hingga pada akhirnya akal lebih bisa mengungkapkan hati yang dirundung kecewa bahwasanya ada masa dimana kamu terlampau dewasa bagiku. Tapi apa semua itu cukup untuk kamu konfirmasikan sebagai alasan untuk melakukan semua skenario pelukaan itu?
Mungkin kata-kata yang aku tulis ini membuatmu merasa tidak nyaman .Terserah andai kamu beranggapan bahwa aku sangat pandai menjatuhkanmu lewat kata-kata .Tapi aku yakin seyakin yakinnya ada banyak hal di yang lebih bengis dan kejam di luar sana yang dilakukan tanpa memandang peri kemanusiaan untuk sesama.Ada mereka  yangingin sama disebut manusia  bertitle bernafas udara tapi suka mematikan manusia lainnya dengan spekulasi yang bahkan tidak mereka tahu. Kekuatan ,popularitas,dan kekayaan  mereka gunakan.
Masa-masa sulit ini datang lagi.  Dan aku masih ingin bertahan pada jalan yang berbatu ini entah sampai kapan ...
“Mencintai itu pelan-pelan tapi bukan lamban : Jodoh pasti bertemu ,”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar