Sebenarnya ada
banyak hal yang ingin aku perbincangkan denganmu. Tapi mulut ini seolah diam
terkatup membisu.
Sesungguhnya ada
banyak cerita yang ingin aku bagi denganmu. Tapi sikap yang kau tunjukan itu
membuatku enggan membuka suaraku.
Sebenarnya ada
banyak tanya yang ingin aku ajukan kepadamu. Tapi pertanyaan-pertanyaan itu
habis bersamaan dengan berubahnya sikapmu.
Sesungguhnya
kamu tidak pergi, kamu tetap disini di dalam hati.Kamu merangsek masuk ke
sini ke rute dan alur yang aku perbuat
sendiri.
Melalui campur
tangan Tuhan kita dipertemukan. Entah berawal dari mana semua cerita tentangmu
tiba-tiba keluar .Menjadikan semester
empatku menjadi cukup ada warnanya meski tak bisa kupungkiri aku senaif ini
,aku menginkanmu yang tidak bisa bersamaku .
Mungkin tahun
ini menjadi hari-hari paling bahagia untukmu. Tingkat reputasimu menanjak
ditambah dengan kemampuan eskakmu yang mumpuni itu membuat beberapa dari
‘mereka’makin tergila-gila dan mencoba
mengendus kedekatanku denganmu lalu
menganggapnya sebagai suatu hal tak wajar.
Aku ‘m-u-a-k
‘dengan tingkah mereka,entah denganmu. Atau jangan-jangan ini semua adalah
alibi dan alasanmu merajuk masuk ke dalam hidupku?. Entahlah semakin dipikirkan
akan semakin banyak prasangka kejam yang datang.
Aku tidak
mengerti mengapa semua menjadi berubah. Rasa yang beda,sikap yang berbeda
bahkan intensitas untuk saling memberi kabar juga berubah secara signifikan.Apa
memang ini yang sudah direncanakan sebelumnya? Aku hanya pelampiasan?Sudah
tidak terhitung lagi berapa kali kamu mengatakan cinta tapi ujungnya tak bisa.
Apa iya perasaan semudah itu untuk dimainkan olehmu ?Apa kamu hanya
memberlakukan ini kepadaku ? Apa salahku ?
Jika memang
ia masih menganggapku setidaknya ia
pasti mencari tahu tentang apa yang sebenarnya . Meski lagi-lagi harus
berkutat bahwa itu mustahil .Ia sudah
mengakuinya bahwa ia memang orang yang enggan untuk perduli.
Memangnya
sebelum-sebelumnya aku pernah mengundangmu untuk hadir dalam hidupku?Apa juga
aku pernah memintamu untuk tiba-tiba datang kemudian menghilang dalam sesaknya
sebuah rasa pencampakan ?
Atau ini caramu
menjauh dariku ? Tidak usah berbuat begini semuapun sudah terasa jauh
bagiku.Bisakah kamu menjelaskan mengapa semua menjadi begini ? Otak rasionalku
tidak sanggup menjangkaunya.Hati kecil dalam lubuk hatiku terlampau terluka dan
susah kuajak mencari jalan untuk memecahkannya.Apa jangan-jangan parahnya ini
adalah caramu membuatku benci kepadamu ?Tidak usah bertingkah seperti ini
akupun sudah sangat membencimu.Ternyata aku keliru menilai kehadiranmu yang
serba tiba-tiba itu .
Kita memang
diberi kesempatan untuk dipertemukan lagi setelah kamu sempat menghilang dan
pergi .Tapi aku kira kamu hanya sembunyi!. Kamu hanya terlalu malu menampakan
batang hidungmu setelah kehabisan daya untuk melukaiku.
Kamu memang
bukan bulan Januariku,kamu berubah
seolah-olah menjadi sosok monster yang sangat mengerikan .Hingga pada
akhirnya akal lebih bisa mengungkapkan hati yang dirundung kecewa bahwasanya
ada masa dimana kamu terlampau dewasa bagiku. Tapi apa semua itu cukup untuk
kamu konfirmasikan sebagai alasan untuk melakukan semua skenario pelukaan itu?
Mungkin
kata-kata yang aku tulis ini membuatmu merasa tidak nyaman .Terserah andai kamu
beranggapan bahwa aku sangat pandai menjatuhkanmu lewat kata-kata .Tapi aku
yakin seyakin yakinnya ada banyak hal di yang lebih bengis dan kejam di luar
sana yang dilakukan tanpa memandang peri kemanusiaan untuk sesama.Ada
mereka yangingin sama disebut manusia bertitle bernafas udara tapi suka mematikan manusia
lainnya dengan spekulasi yang bahkan tidak mereka tahu. Kekuatan
,popularitas,dan kekayaan mereka
gunakan.
Masa-masa sulit
ini datang lagi. Dan aku masih ingin
bertahan pada jalan yang berbatu ini entah sampai kapan ...
“Mencintai itu
pelan-pelan tapi bukan lamban : Jodoh pasti bertemu ,”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar