Pilih hatimu

10 Juni 2016

MANUSIA (2)


Bye, selamat berpisah lagi 
Meski masih ingin memandangimu
 Lebih baik kau tiada di sini 
Sungguh tak mudah bagiku
 Menghentikan sgala khayalan gila 
Jika kau ada dan ku cuma bisa Meradang menjadi yang di sisimu 
Membenci nasibku yang tak berubah
Berkali-kali kau berkata
 Kau cinta tapi tak bisa 
Berkali-kali ku tlah berjanji
 Menyerah....



.............................................................................................................................................................
Lagu yang berada dalam playlist : 'sering diputar  'itu  terus bergeming dalam telingaku malam ini. Kupaksakan jemariku berjalan di atas huruf-huruf perangkat elektronik pribadi. Sesak yang menggila ini membuatku ingin memuntahkannya sebisa daya . 

Entah apa kapasitasku sebagai bagian dari jutaan bahkan milyaran manusia di muka bumi ini. Kepalaku penuh dengan rancuan tidak jelas tentang entitasku sebagai manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Aku menjadi bagian 'manusia' yang ada dalam lingkaran takdir yang tidak bisa kutolak.

Takdir yang mempertemukan kau yang 'mampir' dalam ruteku.Tanpa ada penjelasan matematis sebelumnya semua tercipta meski harus di akhiri dengan sebuah 'pencampakan' yang amat sangat menyesakan.

Belum lagi harus menghadapi gejolak batin antara apa yang kau rasa dan apa yang aku rasa . Semua tersegmentasi menjadi dua mata pisau yang siap melukai jika tak berhati-hati.

Kau dengan duniamu dan aku dengan imajinasiku . Bagai dua kutub bumi yang saling berjauhan dan berbeda sehingga mungkin tidak diperbolehkan bersama -sama.

 Tidak hanya harus menghadapi perbedaan itu aku 'dipaksa' harus mengatasi mereka-mereka yang ada di kehidupanmu. Yang tidak menginginkan aku berada di dekatmu meski itu hanya berjarak semil .

Bukan aku ingin berprasangka buruk ,tapi semua ini malah membuatku menjadi enggan untuk memperjuangkanmu. Perjuanganku diartikan lain. Pendekatanku di olok-olokan . Bahkan cara 'penjauhanku' malah di remehkan. 

Mereka atau bahkan mungkin kau sendiri melihatku melakukan sesuatu yang sia-sia dan mustahil untuk di realisasikan.Hal-hal semacam itu lah yang makin membuatku merasa di penjarakan dalam rasa pembiaran.

Saat aku 'pernah' menikmati esensi  keindahan dari kehadiranmu dan saat kini aku menghadapi esensi dari pesan perpisahan yang harus ku terima dengan selapang-lapangnya semua tetap tidak berubah . Tetap ada rasa nyeri bahkan aku curiga bahwa aku 'membenci' dirimu.

Malam ini langit pun serasa berubah menjadi lebih hitam seolah ikut terbawa emosi yang membuncah di dada.Kulirik sebentar potret dirimu dan kau masih sama saja tetap bungkam.

Kini ,jalan-jalan berlainan itu mulai terlihat jelas. Bukan lagi tentang perbedaan kutub ,sudut pandang,pendapat serta pemikiran. Semua sudah mulai menjorok pada suatu upaya memisahkan diri. 

Kau dengan duniamu dan dengan wanita-wanitamu serta aku disini dengan dunia yang masih kupertanyakan akan bagaimana .

Sekarang aku menjadi 'manusia' yang terseret dalam rasa-rasa yang berkecamuk.Bagaikan kisah -kisah Putri yang ada dalam serial kartun Disney aku menjadi seorang 'pengharap'. Mengharapkan terjadinya suatu keajaiban . Entah kapan akan datang .

" Aku berharap mulut-mulut yang merancau tidak jelas dengan penuh rasa iri dan dengki itu segera sirna. Kau hantamkan mereka untukku. Untukku yang kau acuhkan. Untukku yang kau sering salah artikan dan dijadikan mainan . Meski semua itu MUSTAHIL kan ?"



 sialkulah kau ada disini
sungguh tak mudah bagiku
rasanya tak ingin bernafas lagi
tegak berdiri di depanmu kini
sakitnya menusuki jantung ini
melawan cinta yang ada dihati

dan upayaku tahu diri
tak slamanya berhasil
apabila kau muncul terus begini
tanpa pernah kita bisa bersama
pergilah.... menghilang sajalah lagi

bye selamat berpisah lagi
meski masih ingin
memandangimu lebih baik kau tiada disini
sungguh tak mudah bagiku
menghentikan sgala khayalan gila
jika kau ada dan ku cuma bisa
meradang menjadi yang disisimu
membenci nasib ku yang tak berubah


dan upayaku tahu diri
tak slamanya berhasil
apabila kau muncul terus begini
tanpa pernah kita bisa bersama
pergilah.... menghilang sajalah lagi


berkali kali kau berkata
kau cinta tapi tak bisa
berkali kali ku tlah berjanji
menyerah.....

dan upayaku tahu diri
tak slamanya berhasil
dan upayaku tahu diri
tak slamanya berhasil
apabila kau muncul terus begini
tanpa pernah kita bisa bersama
pergilah.... menghilang sajalah
pergilah.... menghilang sajalah
pergilah.... menghilang sajalah lagi

MAUDY AYUNDA-TAHU DIRI 


RW (XI IPA 6/29)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar